[ TUGAS ] MANAJEMEN PERUBAHAN Resume Jurnal

Resume Jurnal

Judul Jurnal : IT Change Management Still Lacking in Many Organizations

Peneliti : Anonymous


Copyright : Computer Economics Oct 2006


PEMBAHASAN

Manajemen Perubahan

Definisi
Serangkaian standar proses yang dirancang untuk mengelola semua perubahan pada
lingkungan produksi TI.

Tujuan
Menurunkan total biaya TI sekaligus meningkatkan value (nilai) organisasi.

Penerapan
1.Informal dan kurang terkontrol.
Perubahan diterapkan secara serampangan, tanpa analisis dampak memadai, pengujian,
atau komunikasi.

2.Formal, kaku, dan memperlambat perubahan
Perubahan diterapkan dalam keadaan darurat sehingga dapat diterapkan tepat waktu.
Hasilnya adalah sama: analisis, pengujian, dan komunikasi tidak memadai, dimana staf
operasi pusat data menjadikan proses ini sebagai cara hidup / mode kerja.

Masalah
vBanyak staff pusat data tidak mencurahkan waktu dan perhatian yang cukup untuk
mengubah manajemen.
vPemanfaatan fungsi manajemen perubahan yang kurang optimal.

HASIL ANALISIS

Kesimpulan
1. Penerapan manajemen perubahan pada organisasi TI belum efektif
2. Dibutuhkan persentase partisipasi personil yang lebih banyak dalam menerapkan manajemen perubahan yang efektif

Saran
1. Kenali dan terapkan manajemen perubahan yang cocok dengan organisasi
2. Menilai proses yang terjadi pada organisasi
3. Kelompokkan semua perubahan menurut kelompok utama dan menetapkan kriteria, dampak yang besar, atau kecil.
4. Merancang manajemen perubahan dengan baik
5. Organisasi TI dapat lebih memahami staf yang diperlukan untuk mendukungnya.
6. Pemilihan staf yang memadai dan terdefinisi dengan baik peran dan tanggung jawabnya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

[TUGAS ] MANAJEMEN PROYEK


MEMBANGUN SISTEM BENGKEL
" IRAMA MOTOR SERVIS "


Nama Kelompok
  • Ariesty Ramdayanti 200983005
  • Fahrunnisya 200983043

Bengkel “Irama Motor Service” merupakan bisnis yang bergerak dalam bidang penjualan jasa untuk memperbaiki kendaraan roda dua (motor) atau yang biasa kita sebut dengan service serta menjual berbagai macam kebutuhan motor seperti oli dan berbagai macam sparepart motor. Pada saat ini sistem informasi penjualan pada Bengkel “Irama Motor Service” masih dilakukan secara manual sehingga kinerjanya belum efektif. Hal itu tercermin dengan hanya menggunakan catatan saja dalam mengelola segala transaksi maupun mengelola stok barang yang ada, seringkali pihak pengelola bengkel kehilangan data-datanya. Kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan, serta pengulangan dalam pencatatan transaksi juga merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada Bengkel “Irama Motor Service”. Oleh karena itu kami bermaksud mengkomputerisasi sistem bagian penjualan dari bengkel " IRAMA MOTOR SERVIS" .

Tujuan dari mengkomputerisasi sistem penjualan bengkel ini adalah membuat record transaksi tercatat lebih rapih dan tersimpan lebih aman, pemilik bengkel “Irama Motor Service” dapat mengetahui jenis oli atau sparepart yang sering digunakan pemilik kendaraan bermotor agar dapat meningkatkan laba yang didapat, pemilik bengkel “Irama Motor Service” dapat mengetahui laporan segala jenis transaksi penjualan maupun pembelian yang dilakukan dibengkel “Irama Motor Service”.
Perencanaan kegiatan Proyek :
  1. Penelitian lapangan dilakukan selama 2 minggu
  2. Analisa data dilakukan selama 2 minggu
  3. Perancangan sistem dilakukan selama 5 minggu
  4. Pembuatan sistem dilakukan selama 4 minggu
  5. Uji coba dilakukan selama 1 minggu
  6. Membuat laporan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

TUGAS INTERAKSI HUMAN DAN KOMPUTER

ANALISIS KOMPUTERISASI BENGKEL " IRAMA MOTOR SERVIS"


NAMA KELOMPOK

  • ARIESTY RAMADAYANTI 200983005
  • DEWI PURNAMASARI 200983049
  • FAHRUNNISYA 200983043
  • SUSI WULANDARI 200983020


Latar belakang

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis, keberadaan pengolahan data menjadi informasi secara terkomputerisasi menjadi sangat penting. Hal itu dikarenakan pengolahan data secara terkomputerisasi dapat memberikan kontribusi yang besar untuk kinerja bagi suatu bisnis. Jika dibandingkan pengolahan data secara manual, pengolahan data secara terkomputerisasi memiliki kelebihan, seperti: pengolahan data yang cepat dan akurat, mendukung pengolahan data baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar.

Bisnis bengkel sebagai organisasi yang memiliki kecenderungan orientasi pada transaksi dan stock barang, sehingga membutuhkan sistem yang terkomputerisasi dalam mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu bisnis dalam melakukan perencanaan strategi dan pengambilan suatu keputusan secara efektif. Tanpa adanya sistem yang terkomputerisasi, suatu bisnis akan menghadapi kendala untuk mendapatkan informasi yang aktual dan akurat. Hal itu dapat disebabkan oleh proses pengumpulan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual. Dengan bantuan sistem yang terkomputerisasi pula informasi dapat dikelola dengan baik, sehingga dapat menciptakan efisien biaya.

Bengkel “Irama Motor Service” merupakan bisnis yang bergerak dalam bidang penjualan jasa untuk memperbaiki kendaraan roda dua (motor) atau yang biasa kita sebut dengan service serta menjual berbagai macam kebutuhan motor seperti oli dan berbagai macam sparepart motor. Pada saat ini sistem informasi penjualan pada Bengkel “Irama Motor Service” masih dilakukan secara manual sehingga kinerjanya belum efektif. Hal itu tercermin dengan hanya menggunakan catatan saja dalam mengelola segala transaksi maupun mengelola stok barang yang ada, seringkali pihak pengelola bengkel kehilangan data-datanya. Kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan, serta pengulangan dalam pencatatan transaksi juga merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada Bengkel “Irama Motor Service”. Oleh karena itu, Bengkel “Irama Motor Service” bermaksud mengkomputerisasikan sistem bagian penjualan untuk memaksimalkan kinerjanya. Diharapkan setelah sistem informasi penjualan dikomputerisasi, maka pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data transaksi dapat dilakukan secara akurat dan cepat.

Permasalahan

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan masalah yang terjadi pada Bengkel “Irama Motor Service” adalah:

  • Masih menggunakan catatan dalam mengelola segala transaksi maupun mengelola stok barang yang ada (belum paper less)

  • Kesalahan pencatatan dan perhitungan persediaan
  • Dan pengulangan dalam pencatatan transaksi.

Batasan masalah

Sesuai dengan latar belakang diatas maka batasan masalah yang timbul adalah:

  • Transaksi pembelian merupakan transaksi untuk pembelian barang kebutuhan bengkel “Irama Motor Service” melalui supplier. Transaksi pembelian barang kebutuhan bengkel meliputi jenis oli dan berbagai macam jenis sparepart motor.

  • Pada proses transaksi penjualan yang ada di bengkel “Irama Motor Service” meliputi penjulan barang dan penjualan jasa (service motor) secara langsung di tempat bengkel.

  • Sistem tidak membahas mengenai manajemen stok barang dan harga maupun yang berhubungan dengan manajemen akuntansi.

  • Penentuan harga tetap sparepart maupun penentuan perubahan harga sparepart di bengkel “Irama Motor Service” dilakukan secara manual berdasarkan informasi pembelian sparepart melalui supplier. Begitu juga penentuan harga penjualan barang dan service.

  • Pembuatan ERD menggunakan CASE STUDIO 2

  • Pembuatan aplikasi desktop untuk pengelolaan informasi, administrasi dan transaksi di bengkel “Irama Motor Service” menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0 dengan Database SQL Server 2005.

Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian adalah:
  • Memudahkan proses bisnis bengkel dengan menerapkan system yang terkomputerisasi
  • Record transaksi tercatat lebih rapih dan tersimpan lebih aman.
  • Pemilik bengkel “Irama Motor Service” dapat mengetahui jenis oli atau sparepart yang sering digunakan pemilik kendaraan bermotor agar dapat meningkatkan laba yang didapat.
  • Pemilik bengkel “Irama Motor Service” dapat mengetahui laporan segala jenis transaksi penjualan maupun pembelian yang dilakukan dibengkel “Irama Motor Service”.

Jenis kegiatan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah :

  • Menganalisa masalah-masalah yang akan disajikan dan mengumpulkan data atau informasi.
  • Melakukan observasi atau melakukan pengamatan dan analisa terhadap kondisi sebenarnya terhadap lapangan

Waktu dan tempat penelitian

Waktu : 28 Feb 2012

Tempat : Bengkel Irama Motor Service , Jalan Raya Mauk KM 11 No 12 RT 02 RW 002

Sepatan - Tangerang

Kesimpulan

Pada sistem lama:

  • Proses dikerjakan dalam waktu yang cukup lama karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan secara manual seperti pencatatan data pelanggan, masalah atau keluhan yang dihadapai pelanggan serta perhitungan biaya jasa servis dan suku cadang.
  • Banyaknya arsip-arsip yang membutuhkan tempat banyak dan luas untuk penyimpanan.
Lambatnya informasi yang diterima oleh pihak manajemen untuk membuat laporan kepada pimpinan, karena pembuatan laporan tersebut tidak otomatis terjadi pada saat transaksi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0